Ekormurai.com – Murai batu merupakan salah satu jenis burung kicau yang cukup populer di Indonesia. Bagi para pecinta burung kicau, murai batu menjadi burung yang menarik untuk dipelihara karena keindahan suaranya yang merdu dan bervariasi. Namun, ada satu masalah yang sering dialami oleh para pemilik murai batu, yaitu bulu-bulu pada burung tersebut menjadi blorok atau kusam. Ada beberapa faktor penyebab bulu murai batu menjadi blorok, seperti kurangnya perawatan, adanya parasit atau jamur, dan pemilihan pakan yang tidak tepat. Meskipun demikian, kelebihan dari burung murai batu ini masih banyak, seperti kemampuannya dalam berbicara dan meniru suara, serta keindahan bulu yang dimilikinya saat dalam kondisi prima. Oleh karena itu, bagi para pecinta burung kicau, perawatan yang baik dan tepat sangat penting untuk menjaga keindahan bulu pada burung murai batu.

Faktor Penyebab Bulu Murai Batu Menjadi Blorok dan Kelebihannya

Faktor Penyebab Bulu Murai Batu Menjadi Blorok

Bulu Murai Batu yang buruk kualitasnya atau yang sering disebut sebagai bulu blorok, akan sangat mempengaruhi penampilan burung tersebut. Berikut adalah beberapa faktor penyebab bulu Murai Batu menjadi blorok:

1. Keturunan

Keturunan atau genetika burung dapat mempengaruhi kualitas bulu Murai Batu. Burung yang berasal dari indukan yang memiliki kualitas bulu yang buruk, cenderung akan memperlihatkan bulu yang sama pada keturunannya.

2. Perawatan yang Kurang

Perawatan yang kurang baik juga dapat menyebabkan bulu Murai Batu menjadi blorok. Kurangnya perawatan bulu seperti penggunaan jangka panjang sangkar yang kotor, kurangnya pemberian asupan makanan yang baik, atau kurangnya perawatan bulu seperti mandi dan penjemuran, dapat memperburuk kualitas bulu.

3. Faktor Lingkungan

Lingkungan juga dapat mempengaruhi kualitas bulu Murai Batu. Faktor-faktor seperti kelembapan yang tinggi, paparan sinar matahari yang tidak seimbang, atau lingkungan yang kotor dan berdebu, dapat memperburuk kualitas bulu.

Kelebihan Bulu Murai Batu Blorok

Sekilas memang bulu Murai Batu yang blorok terlihat kurang menarik. Namun sebenarnya, ada beberapa kelebihan dari bulu Murai Batu blorok:

1. Harga yang Lebih Terjangkau

Burung Murai Batu dengan bulu yang buruk kualitasnya cenderung memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding dengan burung Murai Batu dengan bulu yang berkualitas bagus. Hal ini tentu saja menjadi keuntungan bagi para pecinta burung yang ingin memelihara burung Murai Batu namun memiliki budget yang terbatas.

2. Lebih Tahan Terhadap Penyakit

Bulu Murai Batu yang blorok memiliki bulu yang lebih tipis dan tidak terlalu rapat. Hal ini membuat bulu Murai Batu blorok lebih tahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh jamur atau bakteri yang tumbuh di dalam bulu.

3. Tampil Lebih Natural

Bulu Murai Batu yang blorok memiliki tampilan yang lebih natural. Hal ini karena bulu yang berkualitas baik cenderung telah mengalami proses perawatan yang intensif, termasuk penggunaan obat-obatan atau bahan kimia untuk menjaga kualitas bulu. Sedangkan burung Murai Batu dengan bulu yang blorok memiliki tampilan yang lebih alami karena bulu tersebut tidak mengalami proses perawatan yang intensif.

Dalam sebuah penutup, dapat disimpulkan bahwa bulu murai batu menjadi blorok disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya perawatan bulu dan faktor genetik. Namun, hal ini dapat diatasi dengan memberikan perawatan yang baik pada bulu murai batu. Selain itu, kelebihan bulu murai batu yang tidak blorok adalah memiliki nilai jual yang tinggi dan memiliki daya tarik bagi para penggemar burung kicau. Oleh karena itu, menjaga kualitas bulu murai batu merupakan hal yang penting bagi para penggemar burung kicau agar tetap dapat menikmati keindahan dan keunikan burung ini.