Ekormurai.com – Bonsai Petai Cina, atau dalam bahasa latin disebut Leucaena leucocephala, merupakan pohon yang biasa ditanam dalam bentuk bonsai. Dalam bahasa Tionghoa, pohon ini dikenal sebagai Ki Hesi atau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi Petai Cina. Pohon ini memiliki banyak manfaat dan biasa digunakan sebagai pakan ternak, obat tradisional, serta memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas tanah. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang klasifikasi dan ciri-ciri Bonsai Petai Cina, serta cara merawatnya agar tetap tumbuh subur dan sehat.

Bonsai Petai Cina

Bonsai Petai Cina (Leucaena leucocephala) adalah salah satu jenis bonsai pohon yang berasal dari Amerika Tropis dan banyak ditanam di seluruh dunia. Bonsai Petai Cina memiliki daun hijau dan bulir kecil yang mengembang sehingga membentuk kuncup putih. Bonsai Petai Cina akan tumbuh hingga mencapai tinggi satu meter dan dapat dipangkas menjadi bonsai yang indah dan menarik.

Sejarah

Pohon Petai Cina pertama kali ditanam di Amerika Tropis pada abad ke-19 dan sejak saat itu, tanaman ini tersebar ke seluruh dunia. Pohon Petai Cina adalah tanaman yang populer untuk bonsai karena bentuknya yang bagus dan kemampuannya untuk tumbuh dengan baik dalam berbagai jenis tanah.

Cara Merawat

Untuk merawat Bonsai Petai Cina, tanaman ini membutuhkan banyak sinar matahari dan kelembapan yang cukup. Bonsai Petai Cina perlu diberi air secara teratur dan tanah di sekitarnya harus tetap lembab. Selain itu, pemangkasan dan pemupukan berkala juga diperlukan untuk menjaga kecantikan Bonsai Petai Cina.

Bentuk Bonsai

Bonsai Petai Cina dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk seperti bentuk bola, bentuk segitiga, atau bentuk kerucut. Bentuk Bonsai Petai Cina yang paling umum adalah bentuk bola.

Manfaat Tanaman

Bonsai Petai Cina memiliki beberapa manfaat seperti menjadi tanaman penghilang polusi udara dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, biji Petai Cina juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kertas dan bahan pakan ternak.

Galeri

Bonsai Petai Cina

Bonsai Petai Cina: Tanaman Bonsai Unik dengan Nilai Sentimental Tinggi

Bonsai Petai Cina, atau dalam bahasa Latin dikenal sebagai Leucaena leucocephala, adalah tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Dalam bahasa Inggris, tanaman ini dikenal sebagai “Lead Tree” atau “White Popinac”. Tanaman bonsai ini populer karena bentuknya yang indah dan ukurannya yang kecil, serta nilai sentimental yang tinggi.

Asal Usul

Tanaman Bonsai Petai Cina berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika Selatan dan Tengah, dari Meksiko hingga Belize dan Honduras, hingga Amazon di Brasil. Di Indonesia, tanaman ini ditanam pada skala kecil di daerah-daerah tertentu.

Bentuk dan Ciri-ciri Tanaman

Bonsai Petai Cina merupakan tanaman bonsai yang menghasilkan daun majemuk (compound) yang berangan turus dengan panjang 12-25 cm dengan jumlah tangkai daun besar 11-20 pasang, jarak tangkai daun sepanjang 4-8 cm, lebar 2-4 cm, dan bentuk oval. Tanaman ini juga menghasilkan bunga yang berwarna putih dengan ukuran panjang 1,5 sampai 3 cm dengan jumlah daun kelopak sampai 5.Bonsai Petai Cina biasanya tumbuh dengan cepat dalam iklim tropis dan merupakan pohon kecil dengan tinggi 1 hingga 7 meter. Batang tanaman ini berwarna keabu-abuan dan memiliki tekstur yang keras serta kerap membagi kecil hingga cabang. Daun dan buah-buahan yang dihasilkan dari tanaman ini biasanya digunakan sebagai makanan ternak.

Penyebaran di Indonesia

Penanaman dan pengembangan tanaman bonsai Petai Cina di Indonesia sebenarnya masih terbilang baru, namun karena keunikan dan kesulitan untuk mendapatkan bibit bonsai ini, membuat harga jualnya melonjak tinggi. Tanaman ini hanya dapat tumbuh baik pada iklim tropis seperti Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara, sehingga saat ini Bonsai Petai Cina mulai menarik minat kolektor bonsai di Indonesia.

Keunikan Bonsai Petai Cina

Bonsai Petai Cina memiliki beberapa keunikan yang membuatnya diminati oleh banyak orang. Salah satu keunikan tersebut adalah struktur daunnya yang indah dan unik, tanaman ini juga tahan kekeringan dan serangga, sehingga sangat cocok untuk ditanam dalam pot dan dijadikan sebagai tanaman bonsai.Selain itu, bentuk batang silindris dan tekstur kayunya yang kasar membuat pohon Bonsai Petai Cina memiliki nilai estetik yang tinggi, dan dapat dibentuk sebagai bonsai dengan mudah, apalagi saat musim gugur tiba, daun-j-daunnya yang hijau semakin menambah kesan alami pada tanaman ini.

Harga Bonsai Petai Cina

Harga Bonsai Petai Cina cukup bervariasi, tergantung dari ukuran, jenis kayu, dan bentuk yang diinginkan. Untuk ukuran yang kecil dengan tinggi sekitar 20-25 cm, harganya berkisar antara Rp. 300.000 hingga Rp. 500.000. Sedangkan untuk ukuran yang lebih besar dengan tinggi sekitar 40-50 cm bisa mencapai harga Rp. 2.000.000 hingga Rp. 5.000.000.

Kesimpulan

Bonsai Petai Cina merupakan tanaman bonsai yang keunikan, estetik, dan memiliki nilai sentimental tinggi. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan subtropis di Amerika Tengah dan Selatan, dan saat ini mulai menarik minat kolektor bonsai di Indonesia. Harganya bervariasi tergantung pada ukuran dan jenis kayu yang digunakan, namun secara umum, tanaman bonsai ini lebih tinggi dibandingkan dengan jenis tanaman bonsai lainnya. Jika Anda tertarik dengan Bonsai Petai Cina, pastikan untuk membeli dari penjual atau petani terpercaya yang menjamin kualitas dari tanaman bonsai ini.

Terima Kasih Telah Membaca Tentang Bonsai Petai Cina

Sekian ulasan kami mengenai Bonsai Petai Cina, semoga dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin mencoba menanamnya. Kami berharap artikel ini mampu memberikan pandangan yang jelas dan membantu dalam memilih jenis bonsai yang tepat untuk koleksi Anda. Jangan lupa kunjungi kembali website kami untuk membaca artikel menarik lainnya seputar tanaman dan hobi bertanam. Terima kasih sudah membaca!